Mumet!

Siang hari, berdendang dengan Daud. Mengajarkan koleksi -miskin- lagu masa kecilku.

"Satu-satu aku sayang bunda. *jangan protes! modifikasi sesuai pemakaian kan boleh* Dua-dua juga sayang ayah. Tiga-tiga sayang mas Ibrahim. Satu dua tiga sayang semuanya."

Jangan macem-macem deh! Gua tamparin lu! [main game di komputer]

Aku gagu sejenak. "Anakku, kita harus punya tata bicara yang baik. Hati boleh kesal, tapi kata-kata harus dijaga."

Anjiiiirrr! Mantep banget mobilnya! [sedang main Play Station]

Diam. "Sayangku, walau bahasa kita masih miskin, kita punya banyak pilihan kata yang baik untuk mengungkapkan perasaan."

Jelek lu dasar! Monyet! Tai! [riuh sedang bermain kejar-kejaran]

Panik. "Tutup kuping, anak-anakku!"

Gusti… ada apa dengan dunia??? Inikah gaya bahasa anak yang sebaya dengan usia sekolah di taman kanak-kanak?

Pusing. Mumet.

Bapaaaaakkkk!!! Ambilin mainan! [sambil duduk santai]

Mama! Minta minum! [sambil duduk manyun tak bergerak]

Lho lho… Sekarang trend anak menyuruh orang tua? *sambil mengingat kembali gambaran si sulung 2 tahun yang ikut-ikutan mencuci bajunya sendiri*

Adakah lagu anak-anak yang bagus sekarang ini? Yang bisa menginterupsi suara-suara kasar dari  lingkungan yang ganas ini? Coba simak. 

Cukuplah saja berteman dengankuuuu… Janganlah kau meminta lebiiiih…

"Yang lain deh!"

Bang Toyib… bang Toyib…

"Yang lain lagiiii!"

Januaaari aku… berkenalan denganmu…

Putus asa.

Bagai bintang di surgaaa dan seluruh waaarna…

"Hei, itu kan lagu kesukaan gue!", batinku. Ha? Oh, aku ngga nyetel lagu ginian dalam jangkauan kuping anak-anakku kok. Tapiiii…

Emang sekarang ngga ada lagu anak-anak lagi ya??? Untung aku dan emakku masih inget sedikit lagu jaman aku kecil dulu. Syair sederhana, nada mudah diingat, dan membawa ‘pesan’ yang baik. *e-mail hoax itu jangan dibahas di sini ya! bosen!*

Ternyata saya tidak kalah pusing dengan pak JaF. Urusan lagu ini bukan sepele! Si sulung masih suka lagu Balonku dan Cicak di Dinding walau dengan lafal yang belum fasih. Lagu apa yang akan dia nyanyikan nanti kalau sudah gemar mengoceh?! Dan si bayi ini… addduuuuhhhh…

Pecas ndahe tenan iki!