Refreshment

Sudah cukup istirahatnya. Hello, world ! :)

Sejak tulisan terakhir ditayangkan, saya lebih sibuk di dunia nyata. Sibuk nyambi kerja (alah, cuma 2 hari doang), sibuk jalan-jalan mencarikan buku untuk teman, sibuk dengan batita yang tidak mau disambi, dan tentu saja sibuk merekonstruksi rancangan buku.

On a business meeting

Dua hari nyambi jadi penerjemah lepasan di business meeting CIL (Chemical, Instrument, Laboratory) -Manufacturing Indonesia 2006. Lumayan untuk penyegaran. Bertemu banyak sekali orang-orang baru. Pakai sepatu lagi (hihi… biasanya sehari-hari ya nyandal aja). Pakai setelan (kinclong, baru dipakai walau sudah lama dibuatkan ibu). Rapi.

Hari pertama, jari kelingking kaki lecet. Duh. Nasib. Ada kegiatan tak terduga sebelum acara pertemuan dimulai. Mondar-mandir dari satu Hall ke Hall lain. Aow…

Hari kedua, harus jalan tertatih-tatih karena jari yang lecet tak mau diajak kompromi. Daripada pergerakan terhambat, sudahlah diterima saja sakitnya. Di penghujung acara, saya pasrah disenyumi teman-teman karena melepas sepatu. Nyerah.

Walah… kaki kampung neh. Gak betah pake sepatu bagus :D

Capek? Pasti. Senang? Sudah tentu. Honor? Ya… lumayan :mrgreen:

Saya diberi dua radio mungil (screenshot belakangan ya) oleh mbak cantik peserta dari Jerman, "For you and your kids", katanya. Lovely. Teman-teman yang melihat radio itu langsung menginterogasi saya.

"Kok bisa dapet sih, mbak? Minta atau dikasih?". Ya dikasih, lah. "Kok bisa dapet dua sih, mbak?". Soale gue punya anak. Yang nanya langsung ngeloyor. Maklum. Bujang. Nampaknya jomblo pula hihihi…

Sampai di rumah, radio itu baru saya perhatikan dengan lebih baik. Tercetak di bagian belakang radio lucu itu, "Chinese Design Application". Wakakak…

Di mana letak basement ?

Ahad kemarin, setelah dari pameran buku di JCC, saya ke Plaza Senayan. Karena belum pernah ke sana dengan berkendara motor, bertanyalah suami pada petugas parkir. "Parkir motor di mana ya, pak?". Dijawab, "Di basement, pak".

Walah, di mana pula letak jalan masuk ke basement. Si petugas sudah melayani pendatang selanjutnya. Untung ada petugas lain yang bisa ditanya dan memberi arahan lebih rinci.

Ah. Barang yang dicari kok tak ada. Barang sejenis memang ada, tapi kok mahal amat ya? Cari ke tempat lain aja, deh. Karena pernah lihat barang yang dimaui di Mal Kelapa Gading, jadilah ke sana. Jauh yak.

Sampai di MKG, kejadiannya mirip. "Parkir motor di mana ya, mas?", tanya suami ke petugas yang berjaga di pinggir jalan. "Masuk saja, pak. Ikuti alur mobil, nanti turun ke basement", kata si mas ramah sambil menunjukkan arah.

Sampai di pos pemeriksaan, suami tanya lagi, "Basement di mana ya, mas?". Petugas bertampang aduh-males-banget-sih-lo-pake-nanya-segala-cari-sendiri-aja-napa menjawab, "Di bawah". Kemudian berlalu ke mobil yang mengantri di belakang kami.

Saya cuma diam menahan geli. Begitu sampai di basement (untung gampang dicari walau sign system-nya kurang canggih), saya langsung ngakak. "(ala Extravaganza) Eh, nenek-nenek koprol juga tau kalo basement itu di bawah! Mana ada basement di atas!" Wakakakak… Dan suami cuma nyengir asem.

Ya sori deeehhh… wahai para petugas parkir. Sini emang gak punya tampang rumah gedongan. Yang disetir juga motor, bukan mobil licin mengilap. Udah plat nomernya "AA" (Magelang ! 'nDeso' ! :D ), yang nyetir malah orang Solo, sisan! Yang disupiri ya gak tau jalan karena pas jaman masih perawan taunya rute angkot dan pejalan kaki. Nasiiiipppp…