Kupikir semua orang punya jenis pertanyaan yang paling tidak disukai. The big NO question(s). Untuk yang masih jomblo tapi udah pengen nikah namun masih ada halangan entah apa, NO question-nya adalah "Kapan nikah?" (sebenernya ngga bermaksud nyindir, tapi kalo ada yang kesindir juga ya apa boleh buat
). Untuk yang belum dapet kerja padahal udah lulus beberapa lama : "Kerja di mana?" atau "Ngga nyari kerja?" atau "Kenapa ngga bikin usaha sendiri?" [jadi inget temen seangkatan yang punya jawaban : "Belom kerja. Jangan ditanya kenapa dan jangan tanya apapun. Pokoknya jangan. Titik." hehehe…]. Atau buat yang ngga suka ama kenyataan tentang kelulusan dan IP-nya : "Jangan tanya gua lulus taun berapa dan berapa IP jahanam gua itu!" [quote from RB, berlaku untuk diriku juga
].
As for me, aku juga punya big NO questions. You’ll know when you’ve asked me the wrong questions, karena jawabanku biasanya berkisar antara tiga : 1. cuma melirik pada anda, 2. cuma senyum dan tidak menjawab, dan 3. "Ada pertanyaan/topik lain nggak?". Here are those questions.
- "Nggak kangen sama anaknya?" –> most ridiculous question, and will get the most snappy answer.
- "Kenapa anaknya ngga tinggal bareng? Kan kasian….. (bla bla)" –> for this, let’s just say that we decided it that way. Period.
- "Lulus tahun berapa?" dan "IPnya berapa?" –> "Ngga perlu dibahas kan?"
- "Hamil kok kurus sih? Makannya yang banyak dong, nanti… (bla.. bla..)" –> well whaddya know, this is my body! gue makan sebanyak apapun gue ngga pernah keliatan tambah gemuk!




kalo ditanya lulus tahun berapa, masih pede jawabnya. tapi kalo ditanya IP…cengengesan deeeehhhh