<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Tsunami dan Televisi</title>
	<atom:link href="http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/</link>
	<description>Lita Mariana&#039;s Weblog about health, education, parenting, and life. MOTHERLY.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Feb 2012 00:13:14 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: wawan</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/comment-page-1/#comment-3172</link>
		<dc:creator>wawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Aug 2006 13:53:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/#comment-3172</guid>
		<description>Ass wr wb

Kiranya pesan yang bisa ditangkap dari layar kaca adalah bagaimana kita bisa mendapatkan informasi darinya, mungkin bukan menyirami perasaan. Tapi memang kadangkala kita suka skeptimistik melihat kenyataan...benarkah ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass wr wb</p>
<p>Kiranya pesan yang bisa ditangkap dari layar kaca adalah bagaimana kita bisa mendapatkan informasi darinya, mungkin bukan menyirami perasaan. Tapi memang kadangkala kita suka skeptimistik melihat kenyataan&#8230;benarkah ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fathirhamdi</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/comment-page-1/#comment-3069</link>
		<dc:creator>fathirhamdi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jul 2006 04:55:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/#comment-3069</guid>
		<description>saya sempat miris, kok jadinya tv mengeksploitasi bencana.. untuk minta amal bantuan pun, yang ditampilkan, rumah hancur, ibu2 menangis, anak2 yang terbujur kaku dipelukan ibunya.. apa tidak bisa menampilkan gambar yang lebih &#039;sopan&#039; sedikit

Saya sempat diprotes habis-habisan oleh temen saya, waktu berita di pangandaran terjadi tsunami, saya menolak menyalakan tv untuk melihat berita korban pangandaran.

miris, takut, dan nggak tega. Perasaan ini yang mungkin nggak ditangkap oleh teman saya itu. 

hiks...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sempat miris, kok jadinya tv mengeksploitasi bencana.. untuk minta amal bantuan pun, yang ditampilkan, rumah hancur, ibu2 menangis, anak2 yang terbujur kaku dipelukan ibunya.. apa tidak bisa menampilkan gambar yang lebih &#8216;sopan&#8217; sedikit</p>
<p>Saya sempat diprotes habis-habisan oleh temen saya, waktu berita di pangandaran terjadi tsunami, saya menolak menyalakan tv untuk melihat berita korban pangandaran.</p>
<p>miris, takut, dan nggak tega. Perasaan ini yang mungkin nggak ditangkap oleh teman saya itu. </p>
<p>hiks&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: -tikabanget-</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/comment-page-1/#comment-3051</link>
		<dc:creator>-tikabanget-</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2006 04:32:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/#comment-3051</guid>
		<description>bisa jadi wartawannya yang kurang bahan...
wekekekekkk..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bisa jadi wartawannya yang kurang bahan&#8230;<br />
wekekekekkk..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lita</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/comment-page-1/#comment-3040</link>
		<dc:creator>Lita</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jul 2006 15:00:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/#comment-3040</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Dhika&lt;/strong&gt;
Iya, sok obyektif. Bisa saja terjadi dua-duanya toh? :lol:

&lt;strong&gt;Lely&lt;/strong&gt;
Bagaimanapun ulah yang tampak oleh penonton, yang mengalami musibah harus tetap ditolong :)

&lt;strong&gt;Arif Widianto&lt;/strong&gt;
Ya ya deh, bener... :) Ngudang anak mah yang anaknya masih kecil. Kalo udah SMP apa ya masih dikudang? :)

&lt;strong&gt;Luthfi&lt;/strong&gt;
Iya nak, kalo bukan dari kami, dari mana kalian akan belajar tentang makna kata &#039;sensitif&#039; :mrgreen:

&lt;strong&gt;Hericz&lt;/strong&gt;
Aduh, gawat ya kalau tugas memberitakan (yang sebenarnya mulia) jadi turun kasta ke level sinetron? :mrgreen:

&lt;strong&gt;Aribowo&lt;/strong&gt;
Bisa dijawab dengan pertanyaan aja: &quot;Yang anda lihat bagaimana?&quot; :)

&lt;strong&gt;Wandira&lt;/strong&gt;
Iya ya... terlalu berperasaan kalau begitu. Sedikit yang terlalu berperasaan masih gak papa. Tapi kalau kebanyakan, bosen dan eneg juga :p

&lt;strong&gt;Hedi&lt;/strong&gt;
Wah... gitu ya? Semoga wartawannya nggak melulu ber&#039;jiwa&#039; militer ya :p Nurut aja apa kata atasan.

&lt;strong&gt;Cahyo&lt;/strong&gt;
Kalau ditolong dulu, ntar &#039;momen&#039;nya ilang. Gak jadi ada bahan berita.
*gubrak!*

&lt;strong&gt;Mbu&lt;/strong&gt;
Iyap. Gambar bisa mewakili ribuan &lt;strike&gt;bytes&lt;/strike&gt; kata.

&lt;strong&gt;Silverlines&lt;/strong&gt;
I saw the picture. Gave me creeps :( Speechless. Indeed, a very &#039;beautiful&#039; picture. 
It CAN give you nightmare. Especially for the photographer. No doubt for the guilty feeling.

&lt;strong&gt;De&lt;/strong&gt;
Iya nih, mas Rafa main bareng yook! :)

&lt;strong&gt;Aribowo&lt;/strong&gt;
Gak punya tipi, yang punya ibu :mrgreen:
Komentarnya gak salah posting nih?

&lt;strong&gt;nYam&lt;/strong&gt;
Nah, kau katakan padaku: yang mana? :mrgreen:

&lt;strong&gt;Tatari&lt;/strong&gt;
Jawaban dari saya sudah cukup terwakili oleh sebagian komentar di sini :)

&lt;strong&gt;Irma&lt;/strong&gt;
Ouch...

&lt;strong&gt;Ruanee&lt;/strong&gt;
Gitu ya? Kuharap mereka punya stok pertanyaan &#039;pembuka&#039; yang lebih baik daripada itu :p

&lt;strong&gt;Ndoro kakung&lt;/strong&gt;
Nggih ndoro...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dhika</strong><br />
Iya, sok obyektif. Bisa saja terjadi dua-duanya toh? <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Lely</strong><br />
Bagaimanapun ulah yang tampak oleh penonton, yang mengalami musibah harus tetap ditolong <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Arif Widianto</strong><br />
Ya ya deh, bener&#8230; <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Ngudang anak mah yang anaknya masih kecil. Kalo udah SMP apa ya masih dikudang? <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Luthfi</strong><br />
Iya nak, kalo bukan dari kami, dari mana kalian akan belajar tentang makna kata &#8216;sensitif&#8217; <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Hericz</strong><br />
Aduh, gawat ya kalau tugas memberitakan (yang sebenarnya mulia) jadi turun kasta ke level sinetron? <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Aribowo</strong><br />
Bisa dijawab dengan pertanyaan aja: &#8220;Yang anda lihat bagaimana?&#8221; <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Wandira</strong><br />
Iya ya&#8230; terlalu berperasaan kalau begitu. Sedikit yang terlalu berperasaan masih gak papa. Tapi kalau kebanyakan, bosen dan eneg juga :p</p>
<p><strong>Hedi</strong><br />
Wah&#8230; gitu ya? Semoga wartawannya nggak melulu ber&#8217;jiwa&#8217; militer ya :p Nurut aja apa kata atasan.</p>
<p><strong>Cahyo</strong><br />
Kalau ditolong dulu, ntar &#8216;momen&#8217;nya ilang. Gak jadi ada bahan berita.<br />
*gubrak!*</p>
<p><strong>Mbu</strong><br />
Iyap. Gambar bisa mewakili ribuan <strike>bytes</strike> kata.</p>
<p><strong>Silverlines</strong><br />
I saw the picture. Gave me creeps <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Speechless. Indeed, a very &#8216;beautiful&#8217; picture.<br />
It CAN give you nightmare. Especially for the photographer. No doubt for the guilty feeling.</p>
<p><strong>De</strong><br />
Iya nih, mas Rafa main bareng yook! <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Aribowo</strong><br />
Gak punya tipi, yang punya ibu <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /><br />
Komentarnya gak salah posting nih?</p>
<p><strong>nYam</strong><br />
Nah, kau katakan padaku: yang mana? <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Tatari</strong><br />
Jawaban dari saya sudah cukup terwakili oleh sebagian komentar di sini <img src='http://lita.inirumahku.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Irma</strong><br />
Ouch&#8230;</p>
<p><strong>Ruanee</strong><br />
Gitu ya? Kuharap mereka punya stok pertanyaan &#8216;pembuka&#8217; yang lebih baik daripada itu :p</p>
<p><strong>Ndoro kakung</strong><br />
Nggih ndoro&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ndoro kakung</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/comment-page-1/#comment-3035</link>
		<dc:creator>ndoro kakung</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2006 14:00:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/#comment-3035</guid>
		<description>Saya termangu. Pikiran serasa kosong seketika.
Astaga. Apakah para pekerja media ini memang kurang sensitif ataukah saya saja yang kelewat sinis

koreksi, bulik. bukan pekerja media [generik] yang kurang sensitif, melainkan reporter televisi [spesifik] yang kebetulan sampean lihat mungkin memang belum berpengalaman, kikikik .... * defense mode on*</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya termangu. Pikiran serasa kosong seketika.<br />
Astaga. Apakah para pekerja media ini memang kurang sensitif ataukah saya saja yang kelewat sinis</p>
<p>koreksi, bulik. bukan pekerja media [generik] yang kurang sensitif, melainkan reporter televisi [spesifik] yang kebetulan sampean lihat mungkin memang belum berpengalaman, kikikik &#8230;. * defense mode on*</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ruanee</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/comment-page-1/#comment-3033</link>
		<dc:creator>ruanee</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2006 10:31:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/#comment-3033</guid>
		<description>engga juga sih. mungkin wartawannya ingin mengeksplor lebih jauh perasaan paman itu sehingga permirsa juga bisa merasakan  kebahagiaannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>engga juga sih. mungkin wartawannya ingin mengeksplor lebih jauh perasaan paman itu sehingga permirsa juga bisa merasakan  kebahagiaannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Irma Citarayani</title>
		<link>http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/comment-page-1/#comment-3031</link>
		<dc:creator>Irma Citarayani</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Jul 2006 07:56:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://lita.inirumahku.com/personal/lita/tsunami-dan-televisi/#comment-3031</guid>
		<description>wah buat wartawan mah semakin histeris objek berita semakin semangat dia ngeliputnya..karena itu berarti semakin &quot;mahal&quot; hasil liputannya kan...sensitifitas mah nomor sekian kale..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah buat wartawan mah semakin histeris objek berita semakin semangat dia ngeliputnya..karena itu berarti semakin &#8220;mahal&#8221; hasil liputannya kan&#8230;sensitifitas mah nomor sekian kale..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

